Jubir Anies: Hai Ahok, Salahkah Dosen Pimpin Ibukota?


[tajukindonesia.net] Serangan yang kerap dilancarkan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Anies Baswedan selama debat disayangkan tim sukses Anies-Sandi. Pasalnya, dalam serangan itu Ahok menyerang profesi Anies sebagai seorang dosen yang dianggap tidak bisa memimpin DKI Jakarta.

"Petahana tidak boleh menyudutkan begitu karena debat tidak menyerang pribadi. Apakah ada salah dosen mimpin ibukota? Dan Mas Anies itu seorang rektor dulunya. Ini sudah termasuk penistaan profesi dosen dan guru. Pak Basuki dulu juga belajar dengan dosen, jadi menyerang yang begitu sangat tidak tepat," tutur Anggawira yang juga Dosen Universitas Islam As-Syafi'iyah dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Minggu (15/1).

Menurutnya, kesamaan hak itu juga berlaku untuk hak politik. Dia menyesalkan, ada pernyataan yang kurang menghormati profesi pengajar.
"Jangan lupa republik ini didirikan mayoritas pendirinya adalah guru, kaum pendidik. Dan perlu diketahui tidak semua dosen teoritis, mereka menerangkan sesuatu berdasarkan kenyataan empiris," sambungnya.

Penyebutan kata dosen dalam debat mengemuka saat Ahok menanggapi program Anies. Menurut Ahok, pembangunan infrastruktur tetap penting, di samping pembangunan masyarakat.

"Kami tidak hanya bangun fisik, kami ingin perbaiki orang. Kami bangun fisik, danau, sungai rapi, ini benda mati. RPTRA ini benda mati tetapi dikaji dengan penataan sosial agar masyarakat betah," jelas Ahok.

Ahok mengatakan pembangunan manusia tanpa pembangunan fisik adalah teori. Ahok menyebut pernyataan Anies hanya sebatas teori karena dia memang berprofesi dosen.

"Kalau membangun manusia tanpa benda mati itu ibarat teori, dosen ngajar di kampus tapi nggak ada action. Kami tahu tujuan dan visi ya harus membangun fisik dan memperhatikan SDM. Saya kira calon nomor 3 ini dosen," kata Ahok kepada Anies. [rm]






Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :