Kapolda Jateng Klaim Wilayahnya Sudah Bersih dari HTI
[tajuk-indonesia.com] - Kapolda Jawa Tengah, Kombes Condro Kirono mengklaim kalau wilayah hukumnya sudah bersih dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Sebab setelah resmi dibubarkan Kementeria Hukum dan HAM beberapa waktu lalu, HTI langsung mencabut sejumlah atribut, papan nama dan simbol yang sempat dipasang di 22 kantor cabang Jawa Tengah.
“Jawa Tengah sudah bersih dari HTI,” tegas Condro dalam kegiatan Sarasehan Pencegahan Radikalisme Berbasis Agama di D’Wangsa Hotel, Sukoharjo, Rabu (26/7/2017).
Kendati begitu, Condro tetap mengingatkan bawahannya untuk terus mewaspadai keberadaan HTI. Pihaknya pun menggandeng Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah untuk ikut mengantisipasi gerusan paham radikalisme yang mengancam ideologi Pancasila.
“Peran Kanwil Kemenag Jawa Tengah ini sangat signifikan untuk mencegah munculnya paham radikal di wilayah Jawa Tengah. Maka dari itu, mari bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dari munculnya kelompok atau ormas radikal yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain,” tegasnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Farchani mengaku akan berkoordinasi dengan pengurus Kemenag tingkat Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Tengah.
Salah satunya adalah dengan mengajak takmir masjid untuk menyebarkan kedamaian di wilayah mereka.
“Jadi, masjid bukan digunakan untuk menghasut dan mengembangkan paham radikal. Peran takmir inilah nantinya yang akan digunakan sebagai pemersatu umat dengan melakukan dakwah tentang persatuan dan kesatuan bangsa dan negara,” tutur Farchani.
Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan jajaran Kemenag di tingkat wilayah untuk berkoordinasi dengan Polsek maupun Polres dalam mengatasi seluruh permasalahan yang berhubungan dengan radikalisme dengan dalih agama.
“Tentunya kami siap menjaga keutuhan NKRI dengan melakukan sinergitas antara polisi dan jajajran Kemenag di tingkat wilayah,” tandasnya. [kmc]
“Peran Kanwil Kemenag Jawa Tengah ini sangat signifikan untuk mencegah munculnya paham radikal di wilayah Jawa Tengah. Maka dari itu, mari bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dari munculnya kelompok atau ormas radikal yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain,” tegasnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Farchani mengaku akan berkoordinasi dengan pengurus Kemenag tingkat Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Tengah.
Salah satunya adalah dengan mengajak takmir masjid untuk menyebarkan kedamaian di wilayah mereka.
“Jadi, masjid bukan digunakan untuk menghasut dan mengembangkan paham radikal. Peran takmir inilah nantinya yang akan digunakan sebagai pemersatu umat dengan melakukan dakwah tentang persatuan dan kesatuan bangsa dan negara,” tutur Farchani.
Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan jajaran Kemenag di tingkat wilayah untuk berkoordinasi dengan Polsek maupun Polres dalam mengatasi seluruh permasalahan yang berhubungan dengan radikalisme dengan dalih agama.
“Tentunya kami siap menjaga keutuhan NKRI dengan melakukan sinergitas antara polisi dan jajajran Kemenag di tingkat wilayah,” tandasnya. [kmc]