Jika Sentimen Anti Ahok Terus Meningkat, Calon Petahana Dipastikan Kalah di Putaran II
[tajukindonesia.net] Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam surveinya pada 5-11 Januari 2017 menemukan fenomena bahwa pasangan petahana akan sulit mendapatkan dukungan mayoritas suara. Sentimen anti Ahok yang semakin mayor dipercaya LSI, jika Ahok tak kalah di putaran pertama, maka Ahok akan kalah di putaran kedua.
Dalam kesempatan konferensi pers di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Peneliti LSI Ardian Soba menyampaikan, telah terjadi resistensi yang besar terhadap pasangan Ahok-Djarot. Hal itu terlebih saat hasil survei menunjukan hal berseberangan antara popularitas kandidat dengan tingkat kesukaan.
LSI merilis kandidat gubernur Basuki Tjahaja Purnama memiliki tingkat popularitas hingga 99,10 persen. Sayangnya, popularitas Ahok yang besar itu hanya direspon sebesar 58 persen responden yang menyatakan suka terhadap calon gubernur petahana tersebut.
Jauh berbeda dibanding tingkat kesukaan responden terhadap dua kandidat gubernur lainnya. Agus memiliki tingkat kesukaan mencapai 76,60 persen sedangkan Anies mencapai 73, 10 persen.
Rupanya yang membuat tingkat kesukaan Ahok rendah, dalam survei LSI adalah karena faktor kasus penistaan agama, gaya komunikasi Ahok yang kerap memarahi bawahannya serta ketidak simpatisan Ahok kepada rakyat bawah melalui kebijakan menggusur.
Sebanyak 47,2 persen responden menyatakan tidak suka suka memilih Ahok karena faktor penistaan terhadap Al Maidah ayat 51 atau penistaan agama.
Sedangkan 28,9 persen respon mengaku tak suka terhadap Ahok lantaran gaya komunikasinya atau pun ucapan Ahok yang kasar dan kotor. Khususnya pada rekaman saat memarahi seorang ibu yang disebut 'maling' serta perkataan kotor gubernur non aktif itu daam sebuah wawancara siaran langsung bersama stasiun tv swasta.
Kemudian sebanyak 10,5 persen responden menyatakan ketidaksukaannya terkait kebijakan penggusuran yang dinilai tak mengedepankan dialog.
Ardian lantas menegaskan, jika sentimen anti Ahok terus bergulir hingga masa pencoblosan dilakukan, maka Ahok mungkin hanya selamat pada putaran pertama tetapi tidak saat putaran kedua.
"Jika sentimen Ahok tetap mayoritas hingga 15 Februari 2017 nanti, maka Ahok akan dikalahkan di putaran kedua siapa pun lawannya. Sulit bagi Ahok untuk memperoleh dukungan pemilih yang resisten terhadap dirinya," demikian ucap Ardian Soba. [jnws]