Warga Bukit Duri Sudah Terlanjur Kesal Sama Pemerintah !


[tajukindonesia.com]  -   Rapikan (42) kecewa berat kepada pemerintah provinsi Jakarta.  Salah satu warga korban penggusuran di RT 5 dan RT 6 Bukit Duri Jakarta Selatan mengaku tak dapat ganti rugi lahan. Dimatanya, pemerintah ini raja tega terhadap rakyatnya.

“Nggak ada ganti rugi sama sekali, pemerintah ke rakyat kecil kurang kebijaksanaannya, nggak kasihan," ujar Daliman, 42 tahun, warga RT 5, saat ditemui di Bukit Duri, Jakarta Selatan seperti dikutip dari Tempo.co, Rabu (28/9/2016).

Daliman juga mengatakan, warga Bukit Duri banyak yang menolak dipindahkan ke Rusun Rawa Bebek.

“Sudah telanjur kesal kita sama pemerintah,” ucapnya lagi.
Pria yang telah menetap di Bukit Duri selama sepuluh tahun itu juga mengakui telah mengeluarkan jutaan rupiah untuk pindah ke tempat tinggal baru.

“Saya biaya sendiri cari kontrakan baru, sudah dapat di Cipinang Lontar,” katanya.

Penggusuran wilayah Bukit Duri dilakukan tak lama setelah pemerintah mengeluarkan tiga surat peringatan yang terbit pada 30 Agustus, 7 September, dan 20 September lalu. Surat peringatan terakhir baru diberikan lantaran adanya gugatan terhadap surat peringatan 1 ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Hingga kini, proses gugatan masih berlangsung di meja pengadilan. (ts)

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :