Sejumlah Keanehan Konstruksi Selasar Gedung BEI yang Roboh
Sejumlah Keanehan Konstruksi Selasar Gedung BEI yang Roboh
[tajukindonesia.id] - Robohnya selasar mezanin Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) menimbulkan pertanyaan, tentang letak kesalahan bangunan hingga bisa ambruk dan memakan ratusan korban.
Menurut pakar konstruksi bangunan, Herry Moelyanto berdasarkan hasil rekaman video detik-detik selasar tersebut roboh, terlihat ada kejanggalan dari konstruksi mezanin tersebut. Jika dibangun dengan benar, lanjut Herry, lantai gedung per meter persegi mampu menahan beban hingga 300 kilogram atau sekitar 5-6 orang.
"Tapi ini hanya 2 orang ambruk, ada sesuatu yang tidak sesuai perencanaan," kata Herry kepada Okezone, Selasa (16/1/2018).
Dilihat dari video, gantungan baja yang menahan selasar tersebut terlebih dulu patah. Hal ini menurut Herry perlu diselidiki, apakah baja mengalami kelelahan (fatique) atau memang ada salah kalkulasi desain.
Hal aneh lainnya menurut Herry adalah, mezanin itu dibangun 'menempel' dengan bangunan utama alias bukan lantai memukim. "Tidak kontiniu, bangunan tempelan, baja H beam jebol juga, aneh juga kerena disain tidak homogen, dari awal harusnya menyatu. Dicor lalu dipasang balok panjang sepertiga maksimum, itu tidak terlalu lebar, kenapa kok dipsanag baja? Bagi saya aneh kenapa seperti itu? Angkurnya enggak kuat," kritik Herry.
Menurut Herry lagi, jumlah mahasiswa atau beban saat mezanin itu ambruk tidak seberapa. "Enggak seberapa itu, harusnya kuat sekali, apalagi beton semua. Harusnya pasang H beam dan pake angkur, kok pakai baja, mungkin dicek ke konsultan perencana, pengawas dan pelaksananya," kata Herry. [okz]