Sejak Jadi Tersangka, Hary Tanoe Bawa Perindo Dukung Jokowi pada Pemilu 2019, Kadernya Diajak Militan
[tajuk-indonesia.com] - Politik memang susah ditebak. Dulu Hary Tanoe adalah politisi yang tegas mengkritik pemerintahan Jokowi. Kini tiba-tiba Hary mendukung Jokowi sampai pada Pilpres 2019.
Ada apa? Rupanya publik cerdas, kasus Hary Tanoe sebagai tersangka sampai kini tidak jelas ujungnya. Jangan salahkan publik jika menduga ada barter dalam hal tersebut.
Diketahui, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto memastikan bahwa CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ia diduga melakukan ancaman melalui media elektronik kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.
“SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) diterbitkan (dengan Hary Tanoe) sebagai tersangka,” ujar Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/6/2017), dilansir Kompas.
Kini sudah 4 bulan berlalu, kasus Hary Tanoe terus tidak jelas prosesnya.
Masih diberitakan Kompas, Hary malah kembali menegaskan bahwa Perindo mendukung Presiden Joko Widodo saat ini dan akan berlanjut pada Pemilu Presiden 2019.
“Program pemerintah Pak Jokowi kami dukung untuk membangun ekonomi dan politik yang baik di Tanah Air. Dan pada waktu 2019 nanti jelas, Partai Perindo akan militan,” kata Hary, usai pendaftaran calon peserta Pemilu 2019 di Komisi Pemilihan Umum RI (KPU), Jakarta, Senin (9/10/2017).
Untuk mengkonkretkan dukungannya itu, Hary berharap Partai Perindo bisa melewati setiap tahapan verifikasi partai politik. Dengan demikian, Perindo dapat ikut dalam pesta demokrasi pada 2019 tersebut.
Lebih jauh, Hary Tanoe juga berharap Partai Perindo dapat mendorong kadernya menjabat sebagai anggota parlemen atau menjadi bagian dari pemerintahan.
“Sehingga dapat ikut ambil bagian dalam membuat kebijakan-kebijakan yang dibutuhkan untuk membangun bangsa,” kata dia.
Sementara Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq menilai, Partai Perindo menjadi tambahan kekuatan dukungan bagi Jokowi pada Pemilu 2019. Perindo berjanji akan aktif melakukan kampanye.
“Ya, kami akan berkampanye juga. Kalau kami sudah memberikan dukungan pasti kami akan kampanye. Namanya mendukung harus terlibat,” kata Rofiq. [hkc]
Kini sudah 4 bulan berlalu, kasus Hary Tanoe terus tidak jelas prosesnya.
Masih diberitakan Kompas, Hary malah kembali menegaskan bahwa Perindo mendukung Presiden Joko Widodo saat ini dan akan berlanjut pada Pemilu Presiden 2019.
“Program pemerintah Pak Jokowi kami dukung untuk membangun ekonomi dan politik yang baik di Tanah Air. Dan pada waktu 2019 nanti jelas, Partai Perindo akan militan,” kata Hary, usai pendaftaran calon peserta Pemilu 2019 di Komisi Pemilihan Umum RI (KPU), Jakarta, Senin (9/10/2017).
Untuk mengkonkretkan dukungannya itu, Hary berharap Partai Perindo bisa melewati setiap tahapan verifikasi partai politik. Dengan demikian, Perindo dapat ikut dalam pesta demokrasi pada 2019 tersebut.
Lebih jauh, Hary Tanoe juga berharap Partai Perindo dapat mendorong kadernya menjabat sebagai anggota parlemen atau menjadi bagian dari pemerintahan.
“Sehingga dapat ikut ambil bagian dalam membuat kebijakan-kebijakan yang dibutuhkan untuk membangun bangsa,” kata dia.
Sementara Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq menilai, Partai Perindo menjadi tambahan kekuatan dukungan bagi Jokowi pada Pemilu 2019. Perindo berjanji akan aktif melakukan kampanye.
“Ya, kami akan berkampanye juga. Kalau kami sudah memberikan dukungan pasti kami akan kampanye. Namanya mendukung harus terlibat,” kata Rofiq. [hkc]