Prabowo: Anak Proklamator Kok Dituduh Makar
[tajukindonesia.net] Ketua Umum Partai Gerindra
Prabowo Subianto menyinggung kasus dugaan makar yang dituduhkan kepada tokoh
nasional Rachmawati Soekarnoputri.
Dalam pidatonya di hadapan
ribuan kader, Prabowo mengaku sangsi jika Rachmawati yang merupakan anak
Proklamator Soekarno terlibat dalam upaya melengserkan pemerintahan yang sah
saat ini.
"Di sini hadir wakil ketua Dewan Pembina,
hadir bersama-sama kader Gerindra. Dan di DKI juga banyak anggota DPR RI, Wakil
Ketua DPR Fadli Zon, Ibu Rachmawati anak proklamator, kok dituduh makar. Tapi
mari kita hadapi proses ini dengan baik," katanya dalam rapat akbar DPD
Gerindra DKI Jakarta di JIExpo Kemayoran (Minggu, 8/1).
Prabowo juga menegaskan kalau kader partai tidak
boleh melakukan makar. Menurutnya, selama ini, partai di Indonesia berjalan
dalam UUD 1945.
"Ini pertemuan kader, boleh saya bicara
terbuka tapi saya tidak mengajak makar. Tidak boleh makar. Gerindra berjalan di
atas undang-undang tapi bukan UUD yang diakal-akali bangsa asing,"
jelasnya.
Selain itu, Prabowo juga menyampaikan alasan
partainya bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih pasangan Anies
Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandiaga) untuk diusung dalam Pilkada DKI Jakarta
2017. Menurutnya, pasangan itu memiliki kemampuan serta merupakan figur yang
bersih untuk memimpin ibu kota.
Untuk itu, Prabowo meminta semua kader Gerindra
dapat berjuang dalam memenangkan Anies-Sandi pada Februari nanti.
"Memilih Anies-Sandi bukan proses yang mudah,
mereka punya akhlak dan hati yang bersih. Mereka merintis di atas jerih payah
sendiri," ujar Prabowo.
Rachmawati Soekarnoputri yang juga wakil ketua
umum Gerindra turut hadir dalam acara tersebut. Selain dia, hadir juga pasangan
Anies-Sandi, serta Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M. Taufik.
Rachmawati berstatus sebagai tersangka di
kepolisian terkait dugaan makar. Pendiri Partai Pelopor itu dijerat pasal 107
junto pasal 110 KUHP tentang Makar bersama tujuh tersangka lain yakni Ratna
Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan
Sri Bintang Pamungkas. [rm]