BEM SI Ultimatum Reformasi Jilid 2 dan Beri Waktu Pemerintah 90 Hari Laksanakan Kontrak Politik
[tajukindonesia.net] - Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia, Bagus Tito Wibisono, menyatakan Presiden Joko Widodo tidak berani menemui mahasiswa dalam Aksi Bela Rakyat 121 di Istana Negara, Kamis (12/1).
Padahal menurut Bagus, Presiden sedang berada di dalam Istana Negara.
Yakni sedang melakukan rapat terbatas dengan beberapa menterinya.
“Ini artinya Presiden tidak berani menemui mahasiswa yang membela
rakyat,” ucap Bagus saat berorasi di depan Istana, Kamis (12/1).
Bagus yang merupakan salah satu perwakilan mahasiswa yang masuk ke
Istana untuk menemui perwakilan dari pihak pemerintah menyatakan, dalam
pertemuan itu pemerintah diwakili Kepala Staf Kepresidenan, Teten
Masduki.
Setelah menyampaikan aspirasinya, BEM SI bersama Kastaf Teten Masduki
selanjutnya menandatangani kesepakatan atau kontrak politik.
Mahasiswa UNJ ini menyatakan bahwa kontrak politik ini bukanlah hal yang
harus dibanggakan. Bagus menegaskan bahwa mahasiswa akan terus
melanjutkan perjuangannya selama kontrak politik tersebut tidak
dilaksanakan.
“Jika dalam waktu 90 hari, nota kesepakatan tidak dilaksanakan makan kita akan lanjutkan Reformasi Jilid 2,” tegas Bagus [aktual]