Bela Negara Bukan Untuk Ormas yang Tak Pro-NKRI
[tajukindonesia.net] - Pangdam III Siliwangi, Mayjen Muhammad Herindra, mengatakan TNI tidak akan melatih LSM dan ormas yang tidak pro NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika.
“Bela negara bisa dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia, termasuk LSM yang pro NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal, kemajemukan, kita siap melatih. Ormas-ormas yang tidak pro NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal, saya pertimbangkan itu,” kata Herindra dalam keterangan persnya, hari ini.
Pernyataan Pangdam ini disampaikan menyusul pencopotan Dandim 0603/Lebak Letkol Ubaidillah yang kini digantikan Letkol Safah. Ubaidillah dicopot setelah pihaknya menggelar kegiatan bela negara untuk anggota FPI, namun tidak mengantongi izin dari Pangdam Siliwangi.
Kendati demikian, Pangdam tidak menjelaskan apakah FPI terkategori ormas yang tidak pro NKRI, merujuk pada paparan yang disampaikan tentang LSM dan ormas yang boleh mengikuti kegiatan pelatihan bela negara.
“Saya belum masuk ke situ,” ujarnya.
Terkait pencopotan Ubaidillah, Pangdam juga menegaskan, bukan karena FPI melainkan Dandim 0603 Lebak itu memberi pelatihan bela negara kepada FPI tidak melalui prosedur.
“Memang hari Kamis lalu, telah ada pelatihan bela negara oleh Kodim Lebak, khususnya Koramil Cipanas. Saya sudah melihat dan memeriksa. Ternyata pelatihan bela negara itu tidak melalui Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga saya mengambil langkah, Dandim saya copot karena seharusnya pelatihan bela negara harus melalui izin, mulai Dandim, lalu ke Danrem dan ke saya. Saya yang akan tentukan, ya atau tidaknya,” jelas Herindra. [rma]
Kendati demikian, Pangdam tidak menjelaskan apakah FPI terkategori ormas yang tidak pro NKRI, merujuk pada paparan yang disampaikan tentang LSM dan ormas yang boleh mengikuti kegiatan pelatihan bela negara.
“Saya belum masuk ke situ,” ujarnya.
Terkait pencopotan Ubaidillah, Pangdam juga menegaskan, bukan karena FPI melainkan Dandim 0603 Lebak itu memberi pelatihan bela negara kepada FPI tidak melalui prosedur.
“Memang hari Kamis lalu, telah ada pelatihan bela negara oleh Kodim Lebak, khususnya Koramil Cipanas. Saya sudah melihat dan memeriksa. Ternyata pelatihan bela negara itu tidak melalui Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga saya mengambil langkah, Dandim saya copot karena seharusnya pelatihan bela negara harus melalui izin, mulai Dandim, lalu ke Danrem dan ke saya. Saya yang akan tentukan, ya atau tidaknya,” jelas Herindra. [rma]