Jazuli: Mungkin Saja TNI Berpolitik, Tapi...
[tajukindonesia.com] - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengingatkan, republik ini sudah punya pengalaman, dulu sebelum era reformasi, TNI aktif terlibat dalam politik praktis. Tapi yang terjadi justru ketidakberesan.
"Karena dia tugas utamanya menjaga rakyat dan membela
kedaulatan (NKRI). Kalau dia dibebani politik praktis, saya khawatir tugas
utamanya terganggu," ujar Juwaini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat
(7/10).
Berbeda jika TNI itu sudah tidak aktif lagi alias purnatugas
maka tak ada larangan terjun politik.
"Sudah tidak aktif kan terbuka. Seperti Pak SBY,
silakan saja, tidak dilarang," lanjutnya.
Menurut dia, anggota TNI terlibat politik praktis sangat
berpotensi menimbulkan conflict of interest. Karenanya, ia meminta TNI harus
tetap fokus pada tupoksinya, yakni menjaga warga dan kedaulatan NKRI dengan
tidak ada tarik menarik kepentingan.
"Contoh anda TNI, pilih A, TNI yang lain pilih B, pilih
dukungan berbeda, apa yang terjadi?" ucapnya mencontohkan.
Posisi TNI yang netral seperti saat ini menurutnya jauh
lebih baik ketimbang era Orde Baru.
"Nanti kalau udah bagus demokrasinya, tingkat
pendidikan masyatakatnya udah bagus, ya bisa saja mungkin. Saat ini TNI harus
lebih fokus mereformasi dirinya. Bagaimana bisa dekat dengan rakyat. Harus
selalu deket," tukasnya. [rmol]