Warga Lebih Peduli dengan Amplifier daripada Bayi di Perut Istri Aljahra


[tajuk-indonesia.com]           -           Muhammad Aljahra yang dituduh mencuri amplifier atau pengeras suara masjid tewas mengenaskan. Ia tewas dihajar dan dibakar massa di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dugaan Aljahra bukan maling mencuat ketika seorang netizen bernama Yuni Rusmini berkicau melalui  akun Facebooknya pada Selasa (1/8/2017). Menurutnya, Aljahra merupakan tukang servis barang elektronik. Aljahra sendiri mempunyai istri yang sedang hamil tujuh bulan.

Psikolog Forensik yang juga pemerihati anak, Reza Indragiri Amriel turut berkomentar terkait nasib cabang bayi yang berada dalam kandungan istri Aljahra. Pasalnya, ia akan terlahir dalam keadaan yatim.

“Apapun status orang yang dibakar tersebut, faktanya dalam waktu dekat akan ada anak yatim yang lahir ke muka bumi,” kata Reza melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kriminalitas.com, Jumat (4/8/2017).

Baca: Ironi Main Hakim Sendiri di Bekasi

Reza mengatakan, berdasarkan UUD 1945 maka fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Menurutnya, setiap masyarakat merupakan bagian dari negara. Sehingga, dia meminta seluruh masyarakat untuk mau memerhatikan nasib anak-anak yang tak beruntung, seperti yang dialami anak Aljahra kelak.

“Al Qur’an dan hadits Nabi juga memuat banyak ajaran tentang memuliakan anak yatim. UUD, Al Qur’an, hadits Nabi tidak mempersoalkan apakah si yatim adalah anak guru, anak tukang gado-gado, anak bandit, atau anak-anak lainnya. Pokoknya, anak yatim dhuafa,” jelas Reza.

Lebih lanjut, ia pun meminta sikap para pengeroyok Aljahra itu untuk peduli kepada nasib anak korban yang kelak akan lahir ke dunia tanpa sosok sang ayah.

“Kembali ke para pengeroyok. Anggaplah mereka sangat peduli pada amplifier yang hilang dari masjid. Sekarang, akankah mereka juga peduli pada anak yang kehilangan ayahnya?” pungkasnya.


[krm]











Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :