Pengamat: Ditolak FPI, Alasan Hary Tanoe Dukung Jokowi
[tajuk-indonesia.com] - Keputusan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang memutar haluan dengan memberikan dukungan kepada Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang cukup mengejutkan publik.
Pasalnya, partai bentukan Hary Tanoesoedibjo (HT) itu selama ini kerap berseberangan dengan kebijakan yang diambil pemerintah.
Pengamat Politk Ray Rangkuti menilai, salah satu faktor yang membuat Perindo memutuskan mendukung Jokowi adalah karena ‘ditolaknya’ HT di kalangan kelompok Islam.
”Karena faktanya dia tidak mudah juga diterima oleh kelompok Islam,” kata Ray saat dihubungi Kriminalitas.com, Selasa (8/8/2017).
Pasalnya, dikatakan Ray, dalam Pilkada Jakarta lalu, HT tergabung dalam kelompok yang mendukung aksi-aksi yang dilakukan Ormas Islam.
“Karena faktanya saat Pilkada Jakarta, dia (HT) dukung habis-habisan. Tapi begitu dia (HT) butuh dukungan, ternyata mereka nggak mau membantu,” ungkapnya.
Selain itu, Ray menyebut status tersangka yang menjerat bos media itu juga menjadi pertimbangannya mendukung Jokowi. Alasan lainnya, yakni karena saat ini HT telah sadar dan berpikir rasional.
“Mungkin dia berpikir rasional karena sejauh ini Jokowilah yang paling leading dalam pencalonan di 2019,” ucap Direktur Lingkar Madani Indonesia ini.
Diketahui, dukungan Perindo ke Jokowi ini terjadi setelah sikap Presidium Alumni 212 yang membelanya ke Komnas HAM mendapat kecaman dari Front Pembela Islam (FPI).
Saat itu, ormas besutan Habib Rizieq Shihab berang lantaran menganggap HT bukanlah sosok yang perlu dibela. Sebab, HT dianggap berambisi menjadi pemimpin di negara ini. Padahal, bagi FPI, orang nonmuslim dilarang untuk dijadikan pemimpin.
Alasan penolakan lainnya, lantaran HT pernah menggelar ajang Miss World di Indonesia yang ditentang FPI.
Bahkan, buntut dari konflik itu, Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo digantikan oleh Slamet Maarif yang notabene Juru Bicara FPI.[krm]