Nah Lho..! Andi Arief Ungkap Isu Adanya Konsultan Politik yang Bayar Orang Mainkan Isu SARA di Pilkada DKI

[tajuk-indonesia.com]          -         Sindikat penyebar isu SARA di media sosial, “Saracen” berhasil dibongkar pihak kepolisian. Komplotan Saracen kerap mengirimkan proposal kepada beberapa pihak terkait jasanya untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuasa SARA di media sosial. Setiap proposal mempunyai nilai hingga puluhan juta rupiah.
Terkait pengungkapan komplotan Saracen, mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief, mengungkapkan bahwa ada lembaga konsultan politik yang bekerja sama dengan penyebar isu SARA bayaran untuk memenangkan Pilkada DKI 2017.

“Desas-desus sebuah konsultan politik membayar orang  hidupkan isu SARA agar jagoannya menang di Pilkada DKI dan Jabar. Di DKI sudah keok,” tulis Andi Arief di akun Twitter @andiarief_.

Konsultan politik yang mana yang dimaksud Andi Arief?  “Polisi tentu punya informasi banyak soal lembaga konsultan politik yang sudah jauh hari sebelum Pilkada DKI membayar orang mainkan isu SARA,” tulis @andiarief_.

@andiarief__  menulis: “Saya sudah mendengar lama lembaga konsultan politik C yang membayar orang untuk memainkan isu SARA agar isu toleransi memenangkan jagonya.”

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Faril Imran mengatakan, kelompok Saracen adalah buzzer yang dibayar untuk menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) bernuansa SARA hingga berita hoax. Mereka memiliki pengikut hingga ratusan ribu akun.

Fadil mengatakan motif kelompok tersebut adalah untuk kepentingan ekonomi. Mereka dibayar oleh pemesan untuk menyebarkan berita-berita bohong hingga ujaran kebencian bernuansa SARA yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.  [ito]



















Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :