Kausa Hukum HRS: Harusnya Negara Berterima Kasih Sama Habib yang Menahan Diri untuk Tidak Pulang


[tajuk-indonesia.com]         -          Hingga hari ini, pentolan ormas FPI yang kerap dipanggil Habib Rizieq, tak kunjung pulang ke Tanah Air. Padahal, kehadiran Rizieq sedang ditunggu-tunggu oleh pihak kepolisian. Rizieq sendiri sudah dua kali mangkir saat dipanggil Polda Metro Jaya dan beralasan pergi umrah ke Arab Saudi bersama keluarganya.


Terkait hal itu, Kapitra Ampera, Kuasa Hukum Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, angkat suara. Lagi-lagi, Kapitra menyatakan bahwa kepergian kliennya itu ke Arab Saudi selain sebagai pertimbangan faktor keamanan pribadi, juga demi keamanan negara Indonesia.
Pasalnya kata Kapitra, situasi kondisi saat ini tidak kondusif, dimana banyak pihak yang tidak terima dengan keputusan hakim. Selanjutnya kata Kapitra, Rizieq akan menjadi sasaran.

Ormas dan Ulama di Indonesia Siap Berjuang Demi Habib Rizieq

"Loh iya, kemarin kan habis rame kan, Ahok kalah, Ahok ditahan, kan ribut kan. Kalau habib datang pas waktu itu bagaimana? ribut nggak kira-kira orang Islam, lalu ditahan memalukan, ribut nggak kira-kira, lalu kalau ribut itu, kita menyerang kepada yang sana, lalu baku bunuh, mau jadi apa negara ini," tukas Kapitra di Jakarta Selatan, belum lama ini.
Lebih lanjut, Kapitra mengatakan, seharusnya negara berterima kasih terhadap Rizieq yang dapat menahan diri untuk tidak pulang ke Indonesia.

"Harusnya negara ini berterima kasih sama habib yang menahan diri untuk tidak pulang agar tidak terjadi konflik horizontal, supaya suasana tetap kondusif," ungkapnya.

Tak hanya itu, kata dia, pemerintah juga patut berterima kasih karena bulan Ramadhan yang akan datang ini, warga bisa tenang beribadah tanpa ada demo.

"Apalagi mau bulan puasa, orang biar bisa khusuk ibadah, nggak takut ada demo nggak takut ada ini ada itu. kan berterima kasih seharusnya," tutupnya, seperti diwartakan arahcom. [jitunews]





























Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :