Korea Utara Mau Rudal Amerika, Kalau Perlu Perang


[tajuk-indonesia.com]            -          Korea Utara (Korut) memperingatkan pasukan Amerika Serikat yang ada di Samudera Pacifik tidak melakukan provokosi. Jika ngeyel, Korut bersumpah akan membalas dengan kekuatan senjata yang mereka miliki. Kalau perlu, berperang dengan Amerika.

Serangan militer AS terhadap Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia bikin Korut bersiaga satu. Pasalnya, serangan itu diikuti oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika, Rex Tillerson yang mengatakan bukan cuma Suriah yang akan mendapat serangan tersebut. Negara yang dianggap akan menimbulkan bahaya, akan mendapat respons serupa.

Memang omongan Tillerson itu bukan gertak sambal. Sabtu (8/4) waktu setempat, pasukan serbu dari kapal induk Amerika bergerak ke perairan Samudera Pasifik bagian barat, dekat dengan Semenanjung Korea. Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran atas uji coba rudal Korut. Pasukan serbu Amerika ini akan beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan. 

Menurut informasi, Korut dalam waktu dekat ini akan kembali menggelar uji coba peluru kendali balistik antarbenua 15 April, bertepatan dengan ulang tahun ke-105 pendiri Korut yang dirayakan setiap tahun sebagai "Hari Matahari". 

Bagaimana respons Korut? Pemimpin Korut, Kim Jong-un jelas tak terima dan mengecam gaya provokasi Amerika. Korut bersumpah akan mempertahankan wilayahnya dengan persenjataan yang mereka miliki, bahkan kalau perlu siap berperang melawan Amerika. "Amerika telah ceroboh dengan menginvasi kami. Kami akan mengambil langkah perlawanan paling keras melawan para provokator demi mempertahankan diri dengan kekuatan bersenjata paling kuat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, dalam siaran yang dikutip Press TV, kemarin.

Eks diplomat senior Korut yang telah membelot, Thae Yong-ho menyebut ancaman Korut bukan gertakan semata. Kim Jong-un bersiap menyerang Amerika dengan senjata nuklir jika tetap ngotot ikut campur ursan Korut. "Kim adalah seseorang yang bisa melakukan sesuatu di luar imajinasi normal. Dia mampu membunuh paman dan abang tirinya sendiri," ujarnya. Jika memiliki senjata nuklir dan ICBM, Kim bisa melakukan apa pun. "Jadi saya pikir dunia harus bersiap menghadapi orang semacam ini," kata Thae, Senin kemarin.
 
 
Pyongyang memang memiliki beberapa senjata nuklir. Namun tidak diketahui, apakah senjata nuklirnya mampu secara efektif menyerang Amerika. Kim sendiri Agustus lalu mengumumkan negaranya secara resmi sebagai negara dengan senjata nuklir. Deklarasi itu disampaikan saat menguji tembak rudal dari kapal selam.

Tak sedikit para ahli dan pejabat militer Amerika menganggap kemampuan senjata nuklir Korut dilebih-lebihkan. Tapi para ahli memperingatkan Pyongyang memiliki rudal jarak menengah yang mampu menyerang pangkalan militer Amerika di Pasifik. Meski dua pejabat tinggi dari kalangan intelijen AS, bulan lalu, mengklaim bahwa Korut mampu membunuh jutaan warga Amerika dengan melancarkan serangan nuklir.

Dalam wawancara dengan The Financial Times pada Ahad lalu, Presiden Amerika Donald Trump meminta Cina mengatasi krisis Korut dengan negara-negara tetangga, seperti Korea Selatan, Jepang dan Amerika Serikat. Pernyataan ini diungkapkan Trump menjelang pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping Kamis mendatang di Florida. "Jika China tidak mau menyelesaikan masalah Korut, kami yang akan bertindak," katanya.

Sementara, China menempatkan 150 ribu tentaranya di perbatasan Korut untuk berjaga-jaga jika Amerika melakukan serangan. Pasukan China di perbatasan ini bertugas menangani para pengungsi Korut dan situasi tak terduga dari perang. 

Selain mengirimkan pasukannya, China telah menempatkan unit kesehatan dan pendukungnya dari Pasukan Bersenjata Pembebasan Rakyat di Sungai Yalu, perbatasan China dengan Korut.[rmol]
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Subscribe to receive free email updates: