Duh... Pernyataan Megawati Berpotensi Mengacaukan Putaran Kedua


[tajuk-indonesia.com]          -         Anggota Tim Sosialisasi dan Kampanye Anies-Sandi, Dwi Ratna menilai pernyataan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bisa mengacaukan proses pemungutan suara putaran kedua Pilgub DKI.

Hal itu disampaikan Dwi Ratna menyikapi pernyataan Mega yang menyatakan seluruh warga Jakarta boleh mencoblos meski belum terdaftar dalam daftar pemilih tambahan sekalipun.

“Kalau seluruh warga boleh mencoblos walau nggak masuk dalam DPT maupun DPTb, ini berbahaya sekali,” kata Dwi saat dihubungi, Jumat (14/4).

Menurut politisi Partai Gerindra ini, pernyataan Megawati bisa memancing pemilih gelap berbondong-bondong datang ke TPS.

“Potensi mobilisasi pemilih gelap sangat besar apabila pernyataan Megawati diamini penyelenggara Pilgub DKI,” ujar anggota Komisi E DPRD DKi Jakarta ini.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat memberikan pengarahan pada rakor dengan pengurus DPD PDIP se-Indonesia di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Mega seperti diberitakan sejumlah media online, mengatakan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta akan semakin berkualitas dengan semakin banyak pemilih yang dapat menggunakan hak pilihnya.

Hak pemilih, kata Mega, dijamin konstitusi dan lebih tinggi daripada kewenangan petugas di lapangan. Karenanya, siapa pun tidak boleh menghalang-halangi antusiasme warga DKI untuk memilih, meski belum terdaftar dalam daftar pemilih tambahan sekalipun.

Dwi melihat pernyataan Mega itu menguntungkan pasangan petahana.

“Lihat saja pas putaran pertama lalu di TPS Kelapa Gading, ratusan warga rela antre dengan cuma membawa KTP, meski waktu pencoblosan sudah lewat tenggat waktu,” cetus Dwi. [RMOL]


















Subscribe to receive free email updates: