Sudirman Said: Politik Dinasti Membuat Anak Muda Menjahui Politik


[tajukindonesia.net] Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said mengakui sejumlah politisi Indonesia belum menunjukan prilaku yang membuat generasi muda bangga menjadi politisi, atau berani menjadi kader partai politik.

Apalagi beberapa calon kepala daerah adalah kandidat yang ingin membangun politik dinasti agar mempertahankan kekuasaannya.

Demikian disampaikan Sudirman Said sebagai Ketua Institut Harkat Negeri usai gelaran diskusi bertajuk 'Korupsi dan Politik Dinasti' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/1).

Sudirman Said pernah mendapat celetukan otonomi daerah telah kebablasan sehingga membuat dinasti politik menjamur di Indonesia.

Meski demikian, dirinya tidak sependapat dengan celetekukan tersebut. Baginya jika otonomi daerah merupakan dorongan lahirnya generasi pemimpin yang berkinerja baik.

"Otonomi daerah itu, mendorong menumbuhkan sebanyak mungkkin pemimpin di negeri ini dan ini sudah terjadi di banyak daerah. Dulu tak terbayang seperti kita punya Walikota seperti Bu Risma, Kang Emil, Kang Bima di Bogor, kemudian Pak Jokowi di Solo," ujarnya.

Lebih lanjut, Sudirman menilai, kemunculan politik dinasti juga tidak terlepas dari faktor kekuasaan yang besar. Begitu kepala daerah mendapat kekuasaan, dirinya bisa melakukan segala hal dari kekuasaan tersebut.

Untuk memotong rantai politik dinasti itu, sambung Sudirman, masyarakat harus mendorong pemimpin yang berjiwa luhur masuk kedalam sistem.

"Jadi lebih mendorong pada munculnya prilaku luhur, kemudian kita dorong individu itu masuk ke dalam struktur. Sebetulnya, yang memunculkan dinasti itu karena power di kita itu sangat kogkrit. Begitu dia punya power dia bisa melakukan segala hal. Artinya perubahan juga akan lebih efektif jika dilakukan di struktur," ujarnya.  [rm]






Subscribe to receive free email updates: