Program Ahok atasi perselingkuhan


[tajukindonesia.net]          -         Calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai, pasangan suami dan istri dengan jarak tempuh lokasi kantor cukup jauh merupakan pemicu terjadinya keretakan rumah tangga akibat perselingkuhan.
"Terjadi perselingkuhan karena hubungan kerja yang jauh. Coba kalau ditinggal kerja di Jakarta ada bus, ada kereta. Jadi semua di stasiun bus dan kereta kami akan bangun apartemen. Supaya si suami dan istrinya dan anaknya itu punya banyak waktu berkumpul," ujar Ahok di markas pemenangan Rumah Lembang, Menteng, hari ini.

Dengan begitu, ketika kembali terpilih, Ahok menyatakan akan terus menggalakkan pembangunan rumah susun setara apartemen yang terintegrasi dengan stasiun atau terminal dengan biaya yang cukup terjangkau bisa menjadi milik pribadi.

"Apartemen Rp 300 juta saja. Enggak perlu bayar tanah," katanya kepada warga yang hadir.

Dengan program tersebut, Ahok menepis stigma bahwa dirinya hanya melaksanakan pembangunan fisik (infrastruktur) seperti yang dikatakan pesaingnya ketika debat perdana yang diselenggarakan KPU DKI.

"Kami ngurus orang dari janin sampai ke kuburan sebetulnya. Fisik urusan kedua yang utama kami bangun manusianya. Yang kami lakukan bisa diukur dengan indeks pembangunan manusia," terang Ahok.

Dia mencontohkan, seperti program Pemprov DKI membangun panti untuk kalangan lansia setara dengan vila di kawasan Ciangir, Tangerang. Menurutnya, program tersebut cukup untuk disebut pemerintah pro terhadap pembangunan manusia.

"Kalau (para usia lanjut) ribut di rumah, tinggal di villa kami saja anggap jalan-jalan," tandas Ahok.  [rms]
















Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :