Panglima: Bela Negara Di Lebak bersama FPI Tidak Melalui Prosedur Yang Benar
[tajukindonesia.net] Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan
pelatihan bela negara yang dilakukan bersama dengan organisasi keagamaan Front
Pembela Islam (FPI) pernah digelar oleh TNI di Madura pada Maret 2014 lalu.
Meski demikian, kegiatan bela negara di Madura sangat berbeda dengan di Lebak,
Banten.
Kegiatan bela negara dengan ormas FPI di Madura telah
sesuai dengan prosedur, tidak seperti yang terjadi di Lebak, Banten, yang
berujung pada pencopotan Komandan Kodim (Dandim) 0603 Lebak, Banten Letkol Czi
Ubaidillah.
Letkol Ubaidillah dicopot lantaran tak melapor ke
pimpinan atas kegiatan bela yang digelarnya sendiri.
Panglima menegaskan bela negara memang menjadi hak
setiap warga negara. Namun, harus dilakukan dengan prosedur yang tepat. Selain
itu, kegiatan tersebut harus memiliki pencapaian yang ditargetkan.
Menurut panglima, kegiatan tersebut seharusnya
dilaporkan ke pimpinan dan tidak dibuat atas kemauan sendiri. Sebab dalam
kegiatan bela negara, TNI memiliki silabus sendiri. Mantan KSAD ini juga
mengingatkan agar kejadian di Lebak tidak terulang kembali.
"Prosedurnya harus benar, Koramil melapor
kepada Dandim, Dandim kepada Danrem. Itu tidak dilalui, semaunya saja, bukan
koramil ajukan sendiri tanpa laporan. (Kegiatan) ada silabusnya, laporan
kesehatan, dan ada sesuatu yang harus dicapai, jadi tidak sembarangan,"
tegas panglima di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (11/1).
Sebelumnya Dandim 0603 Lebak, Banten, Letkol Czi
Ubaidillah dicopot dari jabatannya lantaran memberikan pelatihan bela negara
bersama dengan sejumlah anggota FPI.
Ubaidillah dicopot lantaran tidak melaporkan
kegiatan tersebut kepada pimpinannya. Keputusan itu berdasarkan pemeriksaan
yang dilakukan Kodam III Siliwangi terkait tata cara pelatihan bela negara yang
diberikan Kodim 0603 Lebak bersama FPI pada 05 Januari lalu.
"Dia harus melaporkan kepada pimpinan,
Koramil melaporkan kepada Dandim, dan Dandim kepada Danrem. Ya kan itu dilalui,
jadi jangan semaunya saja," tegas Panglima. [rm]