“APBD Jakarta Bisa jadi Lahan Korupsi Elite, Jika…”
[tajukindonesia.net] - Sekretaris Jenderal Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Yenny Sucipto, mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta bisa jadi lahan korupsi para elit di Jakarta jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dipimpin kepala daerah yang tak jujur yang memenangi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
Yenny sendiri mengungkapkan bahwa saat ini APBD DKI Jakarta memiliki jumlah terbesar di Indonesia, yakni pada 2017 ini mencapai Rp 70,19 triliun. Dan, para elite yang dimaksud, adalah pejabat dan anggota dewan.
"Jika tidak ada pemimpin yang konsisten terhadap visi dan misinya, hal itu bisa terjadi," beber Yenny dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/1).
Lebih lanjut Yenny mengatakan, untuk mencegahnya, warga Jakarta calon pemilih di Pilkada harus cerdas. Warga pun dituntut untuk menanyakan transparansi sistem penggunaan APBD tersebut ke depannya.
Selain itu, lanjut Yenny, masyarakat juga harus bisa berpatokan kepada pemenuhan kewajiban penyampaian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) sebagai salah satu parameter calon Gubernur DKI yang memiliki integritas.
“Jika seorang calon kepala daerah rutin menyampaikan LHKPN, bukan hanya menjelang pemilihan, hal tersebut bisa dipandang sebagai bukti calon kepala daerah itu memiliki komitmen mendukung jalannya pemerintahan yang bersih. Jika rekam jejak penyampaian LHKPN-nya bagus, maka pengelolaan APBD-nya bisa kita yakini bagus juga," pungkas Yenny. [jtns]