Jubir Demokrat Tuding Aksi 412 Diongkosi Taipan dan Pengusung Ahok?
[tajukindonesia.net] - Dominasi bendera partai politik pendukung cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Aksi “Kita Indonesia”, 4 Desember 2016, memunculkan kecurigaan.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik menyatakan, jika benar parpol pendukung Ahok membiayai aksi 412 di arena car free day (CFD), itu merupakan hak politik.
“Foto ini beredar. Aksi 412 diongkosi taipan dan pengusung Ahok? Tak apa. Tak ada yang salah. Itu hak politik. Maka, tak perlu ditutupi,” tulis Rachland di akun Twitter @ranabaja. @ranabaja menyisipkan foto yang memuat elit Partai Golkar dengan pengusaha etnis tertentu.
Juru bicara Partai Demokrat ini juga menyoal pendukung Ahok yang menyatakan ‘menolak Ahok berarti anti-kebhinekaan’. “Tak capek kalian membual bahwa menolak Ahok berarti anti-kebhinekaan? Berapa banyak duit taipan untuk citrakan Ahok sama dengan kebhinekaan?”tegas @ranabaja.
Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono berang dengan aksi bertajuk ‘Kita Indonesia’ yang digelar di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (04/12).
Pasalnya, aksi yang dilakukan berbarengan dengan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) itu tetap diwarnai atribut partai. Padahal sesuai Pergub DKI, kegiatan CFD harus steril dari kegiatan politik.
Sumarsono pun bakal melayangkan teguran tertulis ke panitia aksi “Kita Indonesia”.
“Nanti (teguran tertulis) ditembuskan ke partai yang memang benderanya tampak, supaya mereka ke depan bisa menghargai peraturan gubernur,” kata Sumarsono seperti dikutip teropongsenayan (04/12).
Sumarsono kesal, panitia penyelenggara tidak konsisten dengan komitmen dan janjinya untuk memenuhi aturan perizinan acara pada CFD.
Panitia, kata dia, meminta izin dan berjanji tidak akan membawa atribut partai politik atau agenda lain yang bersifat provokatif.
Namun, pada kenyataannya, Sumarsono melihat ada komitmen aturan yang dilanggar. Adapun aturan yang dilanggar adalah Pasal 7 ayat 2 Pergub DKI Nomor 12 Tahun 2016. [intelijen]