Waspada Pilkada Curang! Kubu Anies-Sandi Temukan Ratusan Ribu Pemiih Siluman Dari DPT
[tajukindonesia.com] - Tim pemenangan paslon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, menyoroti buruknya data daftar pemilih pada Pemilukada DKI 2017.
Hal itu merujuk pada hasil penyisiran dan analisis Departemen data Timses Anies-Sandi yang menemukan Daftar Pemilih Sementara (DPS) siluman sebesar 104.826.
Sekretaris Timses Anies-Sandi, Syarif menyebut, data pemilih memiliki peran strategis dalam pembangunan Ibu Kota kedepan.
"Seharusnya konsentrasi pembangunan berfokus pada pemenuhan kebutuhan penduduk atas kotanya. Tapi, bagaimana mungkin bisa terealisasi, kalau datanya saja masih karut-marut begini," kata Syarif saat jumpa pers di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).
Karena itu, sekretaris Komisi A DPRD DKI ini, meminta instansi terkait, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bersama KPU DKI segera memperbaiki kinerjanya dalam mendata ulang warga.
"Jangan sampai dikurangi atau dilebih-lebihkan, karena setiap warga punya hak yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegas Syarif.
"Artinya, pemutakhiran data penduduk oleh Disdukcapil harus dilakukan secara berkala dan berkesinambungan, bukan ketika momen-momen tertentu saja," jelas politikus Gerindra ini.
Selain itu, lanjut Syarif, juga ada 59.713 data pemilih yang tidak memiliki kartu keluarga (KK) dan ratusan keluarga yang memiliki nomor KK yang sama. "Ini aneh. Sebab NIK itu keluar dari KK. Masa KK tidak ada," cetusnya.
Timses Anies-Sandi pun meminta, agar KPU DKI bersama tim paslon nantinya melakukan penyisiran bersama-sama.
"Kalau tidak segera dilakukan, ratusan ribu pemilih itu akan menjadi pemilih siluman," ucap Syarif mewanti-wanti.
Diketahui, timses paslon nomor urut tiga menemukan 104.826 identitas pemilih bermasalah. Temuan tersebut berdasarkan penyisiran internal.
Adapun temuan itu berupa 43.427 pemilih dengan nomor induk kependudukan (NIK) ganda, 817 NIK hingga tiga orang, 51 NIK dengan empat nama, 17 NIK hingga lima nama, 2 NIK dengan enam nama, dan 1 NIK dipakai delapan nama.
Lalu, 75 pemilih tidak memiliki NIK, 59.713 pemilih tanpa nomor Kartu Keluarga (KK), 102 pemilih dengan nomor KK sama, 478 pemilih memiliki nomor KK sama, dan 146 pemilih dengan nomor KK sama. [ts]